arrow
arrow

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat datang di Website BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

ABOUT US

Kabupaten Banjar

Luas wilayah ±4.668,50 Km2, merupakan wilayah terluas ke 3 di Prop. Kalsel setelah Kab. Kotabaru dan Kab. Tanah BumbuTerdiri dari 20 Kecamatan, 277 Desa dan 13 Kelurahan.

Kabupaten Banjar sebagai trans Kalimantan, Kabupaten Banjar sebagai penyangga kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar dekat dengan rencana pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Banjar dekat dengan Airport, Pelabuhan serta dengan lokasi rencana pembangunan terminal regional, Masuk bagian rencana pemerintah Provinsi bagian dari rencana kota metropolitan (Banjarmasin-Banjarbaru-Martapura)

consectetur adipiscing elit

"labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim

Lorem ipsum dolor sit amet

"labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim

consectetur adipiscing elit

"labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim

Lorem ipsum dolor sit amet

"labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim

  • H. Khalilurrahman

    Bupati Banjar 2016-2021

    Kabupaten Banjar-Kalimantan Selatan.

  • H. Saidi Mansur

    Wakil Bupati 2016-2021

    Kabupaten Banjar-Kalimantan Selatan.

  • masjid agung

    Masjid Agung Al-Karomah

    Martapura

    Masjid Agung Al-Karomah merupakan Masjid kebanggaan orang Banjar

  • kota intan

    Kabupaten Banjar

    Peta

    Kabupaten Banjar Kota Serambi Mekah, Kota Santri dan Kota Intan

  • Sistem biaya standar sama dengan sistem biaya aktual kecuali ditambahkan perkiraan varian. Biaya standar biasanya berbeda dengan biaya yang benar-benar dikeluarkan dan diperkirakan varian merupakan tempat penampungan untuk perbedaan ini (Robert N Anthony dan Roger H. Hermanson, 1993 : 40).
  • Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa biaya standar adalah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, efisiensi dan faktor-faktor lain tertentu.

    A. Jenis-jenis Biaya Standar

    Biaya standar dapat digolongkan berdasarkan tingkat keketatan atau kelonggaran sebagai berikut (Mulyadi, 1991 : 423) :

    1. Standar teoritis

    Merupakan standar yang ideal yang dalam pelaksanaanya sulit untuk dapat dicapai. Asumsi yang mendasari standar teoritis ini adalah bahwa standar merupakan tingkat yang paling efisien yang dapat dicapai oleh para pelaksanaan. Kebaikan standar ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama.

    2. Rata-rata biaya waktu yang lalu

    Rata-rata biaya yang berlaku memandang biaya-biaya yang tidak efisien, yang seharusnya tidak boleh dimasukkan sebagai unsur biaya standar. Tetapi jenis ini berguna pada saat permulaan perusahaan menerapkan sistem biaya standar.

    3. Standar lama

    Didasarkan atas taksiran biaya di masa yang akan datang di bawah asumsi keadaan ekonomi dan kegiatan yang norma, standar ini berguna agi manajemen dalam perencanaan jangka panjang dan dalam pengambilan keputusan yang bersifat jangka panjang

    4. Pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai (attainable high Performance)

    Didasarkan pada tingkat pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai dengan memperhitungkan ketidakefisienan kegiatan yang tidak dapat dihindari terjadinya.

    B. Manfaat Biaya Standar

    Sistem biaya standar memberikan pedoman kepada manajemen beberapa biaya yang seharusnya untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu sehingga memungkinkan mereka lakukan pengurungan biaya dengan cara perbaikan metode produksi, pemilihan tenaga kerja dan kegiatan lain (Mulyadi, 1991 : 416).

    Pemakaian sistem harga pokok standar memberikan manfaat kepada perusahaan untuk (Abdul Halim, 1995:270) :

    1. Perencanaan dan penyusunan anggaran
    2. Pengambilan keputusan tentang harga jual produk, strategi pengembangan produk dan lain sebagainya.
    3. Pengendalian biaya
    4. Menilai hasil pelaksanaan
    5. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya penghematan biaya
    6. Menerapkan Manajemen By Objective (MBO)
    7. Membedakan biaya yang telah dikeluarkan ke produksi selesai, persediaan produk dalam proses dan lain sebagainya
    8. Menekan biaya administrasi
    9. Menyajikan laporan biaya dengan cepat
    10. Penentuan Biaya Standar

    Penentuan biaya standar dapat dibagi ke dalam tiga bagian : biaya bahan baku standar, biaya tenaga kerja standar dan biaya overhead pabrik standar (Mulyadi, 1991 : 419).

    1) Biaya bahan baku standar

    a. Standar harga (tarif) bahan langsung ditentukan oleh

    • Harga unit bahan langsung yang harus dibeli
    • Perubahan harga yang terjadi selama tahun yang bersangkutan
    • Suatu standar yang terpisah harus ditetapkan untuk setiap bahan
    • Akuntansi biaya atau departemen pembelian

    b. Kuantitas standar bahan baku dapat ditentukan dengan :

    • Penyelidikan teknis
    • Analisis catatan masa lalu

    2) Biaya tenaga kerja langsung standar

    1. Jam tenaga kerja standar dapat ditentukan dengan cara :

    • Menghitung rata-rata jam kerja yang dikonsumsi dalam suatu pekerjaan dari kartu harga pokok (cost sheet) periode yang lalu.
    • Membuat test- run operasi produksi di bawah keadaan normal yang diharapkan.
    • Mengadakan penyelidikan gerak dan waktu dari berbagai kerja karyawan keadaan nyata yang diharapkan.
    • Mengadakan taksiran yang wajar, yang didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan operasi produksi dan produk

    2. Tarif upah standar ditentukan oleh :

    • Perjanjian dengan organisasi karyawan.
    • Data upah masa lalu yang dapat digunakan sebagai tarif upah standar.
    • Perhitungan tarif upah dalam keadaan operasi normal

    3) Biaya overhead pabrik standar

    1. Menyusun anggaran biaya overhead pabrik dengan memperhatikan tingkat kegiatan (kepasitas) yang meliputi.

    • Kapasitas teoritis adalah kapasitas pabrik atau suatu departemen untuk menghasilkan produk pada kecepatan penuh tanpa berhenti selama jangka waktu tertentu.
    • Kapasitas notmal adalah kemampuan persuahaan untuk memproduksi dan menjual produknya dalam jangka panjang.
    • Kapasitas yang sesungguhnya adalah kapasitas yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam tahun yang akan datang.

    2. Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk, diantaranya adalah :

    • Satuan produk.
    • Biaya bahan baku.
    • Biaya tenaga kerja langsung.
    • Jam tenaga kerja langsung.
    • Jam mesin

    3. Menghitung tarif biaya overhead pabrik

    C. Daftar Pustaka

    Anthony, Hermanson, Akuntansi Manajemen, Edisi 3. Penerbit PT. Rineka Cipta, Jakarta, 1993

    Halim, Abdul, Dasar-dasar Akuntansi Biaya, Edisi 3, Penerbit BPFE, Yogyakarta, 1988

    Mulyadi, Akuntansi Bicnia, Edisi 5, Penerbit FE uGM, Yogyakarta, 1998

    Consectetuer Adipiscing Elit

    Consectetuer Adipiscing Elit

    Written byBPKAD Martapura
    on 15 May 2016
    Ullamcorper Suscipit Lobortis Nis

    Ullamcorper Suscipit Lobortis Nis

    Written byBPKAD Martapura
    on 15 May 2016

    Media Sosial BPKAD Kabupaten Banjar